berjalan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE IKATAN MAHASISWA MANDAILING NATAL

Minggu, 12 Mei 2013

LOGO

LOGO IMA MADINA PADANG



Arti dari Logo IMA MADINA PADANG :

1.
Lingkaran
:
Melambangkan Kebulatan tekad
2.
Warna hitam
:
Melambangkan kekuatan
3.
Warna Putih
:
Melambangkan kesucian
4.
Padi dan kapas
:
Melambangkan kemakmuran sandang dan pangan
5.
Rumah Minang
:
Melambangkan semangat demokrasi
6.
Gordang Sambilan
:
Melambangkan cinta adat Mandailing
7.
Buku
:
Melambangkan kalangan pelajar/ mahasiswa
8.
Pita Warna Putih
:
Kesucian Hati dan Ikhlas
9.
Tulisan warna hijau
:
Melambangkan ketentraman

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Website ini merupakan media IMA MADINA Padang. Dengan segala keterbatasan, kami harapkan dari media ini, pengunjung dapat memperoleh informasi-informasi tentang IMA MADINA dan Mandailing Natal.

Untuk berikutnya kami akan terus beruapa menyempurnakan kekurangan yang ada. Untuk itu kami harapkan kritikan dan saran membangun dari pengunjung terhormat.

Terima kasih.

Minggu, 05 Mei 2013

PENGURUS IMA MADINA PERIODE 2013-2014

PENGURUS HARIAN 
IKATAN MAHASISWA MANDAILING NATAL 
(IMA MADINA PADANG) 
PERIODE 2013 - 2014

No. Jabatan Nama P.Tinggi Foto
1. KETUA UMUM MARWAN TANJUNG IAIN IB Padang
2. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
3. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
4. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
5. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
6. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
7. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
8. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom
9. Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom Isi Kolom

Jumat, 03 Mei 2013

Sejarah IMA MADINA


"SEJARAH IMA MADINA PADANG"

IMA MADINA PADANG  adalah Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal yang ada di Kota Padang. Organisasi ini pada dasarnya telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada Awalnya organisasi ini bernama Ikatan Pelajar Mahasiswa Mandailing yang di singkat dengan IPMM. Kondisi pada saat itu bahwa daerah Mandailing masih merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Selatan.  Seiring dengan waktu pada tahun 1998, maka daerah Mandailing berubah status karena adanya pemekaran menjadi sebuah Kabupaten baru yang bernama Mandailing Natal.
Mandailing Natal ini merupakan wilayah Mandailing dan Natal yang merupakan wilayah bagian pantai Barat Tapanuli Selatan, maka disebutlah menjadi kabupaten Mandailing Natal yang disingkat dengan MADINA.
IMA MADINA yang pada awalnya bernama IPMM berubah menjadi HIPMA MADINA, kemudian berubah lagi  menjadi IMA MADINA PADANG. Setelah itu beralih dengan nama DPC IMA MADINA dan yang terakhir kembali menjadi IMA MADINA PADANG. Perubahan nama organisasi ini pada dasarnya karena berdasarkan kondisi dan situasi pada saat adanya perubahan nama, namun itu semuanya demi kemajuan IMA MADINA itu sendiri.
Terima kasih kami ucapkan kepada kakak-kakak kami telah mempunyai andil yang sangat besar terhadap kelangsungan Organisasi ini.

SELAMAT DATANG 
DI
"WEBSITE" IKATAN MAHASISWA MANDAILING NATAL
( IMA MADINA PADANG )



IMA MADINA PADANG  adalah Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal yang ada di Kota Padang. Organisasi ini merupakan wadah berkumpulnya para mahasiswa yang berasal dari Mandailing Natal, baik itu yang lahir di Mandailing Natal, Salah seorang dari orangtua mahasiswa berasal dari daerah Mandailing Natal maupun orang-orang yang punya andil dalam membangun organisasi ini (Simpatisan).
Sebagai organisasi kedaerahan, dimana dalam oraganisasi ini akan menghimpun problematika  Mahasiswa itu sendiri untuk dicarikan alternatif pemecahannya maupun sebagai wadah dalam memberikan motivasi dan inovasi yang akan dibawa ke daerah Mandailing Natal sebagai wujud dalam mengembangkan masyarakat Madina yang Madani.
Pemikiran dan ide-ide cemerlang dari mahasiswa ini memang sangat diharapkan oleh daerah mandailing natal ke depan, karena pada dasarnya mahasiswa itu merupakan  "Iron Stock, Agent of Change dan Moral Force". 

IMA MADINA TETAP JAYA

Senin, 04 Maret 2013

Mamodomi Boru

Mamodomi Boru 

Mungkin semua orang sering mendengar istilah kawin lari, di Mandailing. Biasa disebut dengan Mangalojongkon Boru. Bila seorang pemuda membawa kawin lari seorang gadis, biasanya si gadis ditemani satu orang gadis juga yang disebut dengan Pandongani. Dalam tradisi Mandailing ini masih sering terjadi. Untuk menghindari sesuatu yang dianggap melanggar norma-norma, lahirlah tradisi yaitu “Mamodomi Boru”. Mamodomi Boru artinya, meramaikan/menemani seorang gadis yang mau menikah pada malam hari dirumah kediaman calon suaminya sebelum dijatuhi akad nikah. Mamodomi boru biasanya diramaikan oleh gadis-gadis setempat selama tiga malam. Dan rumah kediaman calon suami akan selalu ramai karena, pemuda-pemuda juga ikut berkunjung ke rumah itu.

Pada momen ini juga biasanya disediakan daun sirih (Burangir) beserta dengan kombinasinya seperti sontang sejenis daun kering yang biasa dimakan bersamaan dengan daun sirih. Dan perlu diketahui sontang bisa jadi obat saat suara kita serak.

Bila para gadis mau tidur, diperkenankan kepada para pemuda untuk bubar. Begitulah seterusnya pada setiap malamnya sampai akad nikah telah dilaksanakan.

Mamodomi boru sering juga disebut dengan istilah paboru-boru. Seperti yang diuraikan tadi, bila akad nikah sudah dilakukan sipandongani juga boleh pulang kerumahnya. Tapi perlu diketahui sebelumnya, kalau selama akad nikah belum terlaksana. Dari pihak laki-laki atau calon suami harus pergi ke rumah orangtua calon istri, untuk menyatakan kalau anak gadisnya telah dibawa kawin lari, ini biasa disebut mandokon ulang agoan. Nah begitulah salah satu adat di Mandailing yang mempunyai nilai dan norma
yang baik.


Disalin dari tulisan : Musor Lubis Tobing dan Mr. Tanjung
Sumber : http://panyabungan.page.tl/Adat-Mandailing.htm



Markusip
Keadaan sudah jauh berubah di tanah Mandailing. Dahulu kala, hingga tahun 70an, cara berpacaran antara pemuda dan gadis adalah dengan cara markusip. Semua orang Mandailing tahu cerita markusip ini.
Caranya si pemuda akan datang ke sebelah rumah si gadis, ataupun ke kolong rumah si gadis pada malam hari. Waktunya, tentu setelah diperkirakan ayah si gadis telah tertidur.
Pada malam hari itu, si pemuda akan memanggil nama si gadis dengan berbisik. Si gadispun akan menjawab dengan berbisik pula. Bila telah berlanjut perkenalan ini, si pemuda akan tahan berbisik-bisik dengan si gadis ini sepanjang malam. Begitulah sistem bercinta di Mandailing pada zaman dahulu. Sejak hati mereka bertaut, si pemuda tak akan bosan-bosannya datang untuk markusip ke rumah si gadis ini pada malam hari.Ada pemuda yang datang setiap malam. Ada yang lima kali seminggu. Tergantung berapa rindu si laki-laki. Cara markusip ini cuma sampai berbisik-bisik. Tak lebih dari itu. Yang paling lucu, bila si pemuda ada di kolong rumah si gadis. Dia akan tetap  Berada di situ hingga pembicaraan mereka tuntas, atau mereka saling dapat mengobati rasa rindu mereka dengan pertemuan markusip itu. Terkadang orang yang markusip akan saling mengenal setelah mereka membuat perjanjian untuk saling melihat. Bukan saling berjumpa. Sebab untuk berjumpa seorang gadis dan seorang pemuda, adalah sesuatu yang tabu di Mandailing pada zaman dulu. Jadi mereka cuma saling bertatapan dari jarak jauh. Dan malamnya markusip kembali. Si gadis tetap di dalam rumah. Dan si pemuda di kolong rumah. Begitulah cara markusip. Dalam acara markusip ini, biasanya akan membicarakan masalah percintaan atau masalah perkawinan mereka. Si ayah atau si ibu tak pernah melihat gadis mereka bertemu lelaki. Tapi banyak di antara  mereka telah punya hubungan cinta dengan cara bisik-bisik atau dinamakan markusip di tanah Mandailing. Begitulah yang dirasakan si pemuda kalau mau memadu kasih. Dia mesti mau ke kolong rumah si gadis di gelapnya malam. Tak perduli ada ular atau lipan di situ. Sementara si gadis di dalam rumah. Begitulah cara markusip. Tapi semua ini sudah tinggal cerita. Tak ada lagi masyarakat yang melakukan markusip si zaman sekarang ini



Disalin dari tulisan Mr. Tanjung panyabungan.